Business Analytics Vs. Business Intelligence

Posted on 10/06/201719/12/2017Posted in businesses

Human sources (HR) is the corporate department charged with finding, screening, recruiting and training, in addition to administering worker-benefit packages. Sistem business intelligence mendukung 2 tipe dasar dalam fungsi analitikal: pelaporan dan on-line analytical processing (OLAP). Data tersebut adalah hasil dari proses transaksi perusahan / organisasi Karena berasal dari sumber yang berbeda beda tadi, maka information pada datawarehouse harus tersimpan dalam sebuah format yang baku. Untuk memastikan non-volatilitas, Data Warehouse adalah information yang hanya bisa dibaca dan tidak bisa ditulis/dimodifikasi (Read Only).

Empower people to make informed decisions with straightforward-to-use enterprise intelligence (BI) and analytics tools that seamlessly combine current enterprise knowledge, external data, and unstructured big information. Sebagai solusi yang sangat bergantung pada knowledge berkualitas tinggi, solusi BI akan menghasilkan informasi yang akurat jika sumber datanya baik dan akan menghasilkan informasi yang salah jika sebaliknya. Faktor pembatas dari kebanyakan sistem adalah kesulitan untuk melihat data historis.

Selain itu dengan dashboard yang juga mengusung BI sebagai dasarnya, perusahaan dapat meningkatkan loyalitas pelanggan dengan cara melakukan monitoring dan controlling indikator-indikator penting yang berpengaruh pada kesuksesan dalam mempertahankan pelanggan. Sementara itu, Aliansi Unit Bisnis akan difasilitasi dengan sistem Customer Relationship Management yang terintegrasi dan dilengkapi Business Intelligence untuk meningkatkan pelayanan sesuai dengan kebutuhan nasabah.

Saat ini Industri Perbankan sedang menghadapi tantangan pasar yang sangat pelik, seperti membutuhkan lingkungan transaksi yang sangat aman, kondisi ekonomi global yang tidak menentu, Regulasi pemerintah yang ketat, dan tuntutan buyer yang selalu berekspektasi tinggi. Dalam perancangan dan pengembangan ETL, kualitas data, fleksibilitas sistem dan kecepatan proses adalah perhatian utama.

Hal tersebut menyebabkan perusahaan tidak dapat membeli produk BI seperti barang jadi pada umumnya dan berharap dapat memenuhi setiap solusi dari kebutuhan bisnisnya sehingga BI harus dikembangkan sesuai dengan kebutuhan dan proses bisnis perusahaan. SCM menekankan pada pola terpadu menyangkut proses aliran produk dari provider, manufaktur, retailer hingga pada konsumen akhir.