Business Intelligence, Open Source, Big Data Y Mucho Más

Posted on 04/04/201819/12/2017Posted in business opportunities

Business Intelligence (atau dalam tatanan Bahasa Indonesia bisa diartikan Kecerdasan Bisnis secara umum dikenal dengan istilah BI) diartikan secara umum sebagai suatu kumpulan teori, metode, proses, arsitektur dan teknologi yang mengubah knowledge menjadi informasi yang bermanfaat dan berarti untuk kepentingan bisnis. Menurut William & Sawyer (2011, p164), Database adalah setiap koleksi data yang disimpan secara elektronik dalam sistem komputer. Sebagai tambahan dari laporan dan OLAP, terdapat banyak tipe analitikal yang lain yang dapat dibuat berdasarkan sistem data warehouse seperti data mining, govt dashboards, buyer relationship management, dan business performance administration. Salah satu cara efektif menggenjot keuntungan dan stabilitas pasar adalah dengan melebarkan pangsa pasar perusahaan.

Sehingga hubungan antara data enterprise intellegence dan information warehouse adalah saat penyampaian information enterprise intelegent sebagai teknologi yang dipakai untuk menyajikan data warehouse tersebut sehingga memudahkan para petinggi perusahaan untuk mengambil keputusan. Cara yang paling sederhana adalah menyajikan information warehouse pada rentang waktu tertentu, misalnya antara 5 sampai 10 tahun ke depan. Dengan arti lain Data mining adalah proses untuk penggalian pola-pola dari knowledge.

Secara umum Business Intelligence (BI) merupakan sebuah proses untuk melakukan ekstraksi knowledge-data operasional perusahaan dan mengumpulkannya dalam sebuah knowledge warehouse yang selanjutnya diproses menggunakan berbagai analisis statistik dalam proses data mining, sehingga didapat berbagai kecenderungan atau pattern dari knowledge (Choirul, 2011).

Cara lain adalah seandanya bisa di flat (flattened dimension) pastinya akan lebih enak, dan di query untuk bikin report nya dilakukan group by dan where condition dengan subquery2 yang cukup complex. Untuk hal ini pada perbankan, Business Intelligence dapat dipakai untuk mengelola knowledge-knowledge yang begitu sensitif seperti information rekening nasabah, laporan keuangan, dan lain-lain.

Jika pada lembaga bisnis (profit group) businnes intelligence dimanfaatkan untuk meningkatkan kinerja melalui pemilihan strategi bisnis yang tepat, maka pada lembaga pemerintahan (non-profit organization) enterprise intelligence dapat digunakan untuk meningkatkan kinerja perusahaan melalui peningkatan efisiensi pelaksanaan kerja sehingga pada akhirnya akan tercipta perbaikan layanan pada masyarakat serta pengelolaan anggaran yang tepat.