Business Intelligence, Open Source, Big Data Y Mucho Más

Posted on 28/10/201819/12/2017Posted in small business ideas

Business intelligence ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas dari knowledge dan informasi, dan untuk membantu supervisor dalam memahami kondisi perusahaannya saat ini. Istilah Business Intelligence (BI) pertama kali didengungkan pada tahun 1958 oleh seorang peneliti dari IBM yang bernama Hans Peter Luhn. Data warehouse adalah data yang dimiliki suatu perusahaan yang bersifat besar dan sudah berkualitas yang sudah dipakai sejak perusahaan berdiri. Bank ini berdiri pada tanggal 2 Oktober 1998 sebagai bagian dari program restrukturisasi perbankan yang dilaksanakan oleh Pemerintah Indonesia.

As performance management (PM) and enterprise intelligence (BI) proceed to top the checklist of strategic initiatives, maximizing the inherent value of all enterprise information is a high priority. Untuk tools yang hanya bisa mengakses Data Mart RDBMS (bukan ROLAP, karena ROLAP adalah storage possibility untuk OLAP, berbeda dengan Data Mart on RDBMS), tergantung toolsnya.

Business Intelligence (BI) merupakan representasi dari aplikasi dan teknologi untuk mengumpulkan, menyimpan, menganalisa dan menyediakan akses terhadap information untuk membantu consumer dalam suatu perusahaan untuk mengambil keputusan yang lebih baik (Nirwasita,2008). Menurut Kroenke & Aeur (2012 : 549), Business Intelligence adalah sebuah sistem informasi yang membantu supervisor dan para profesional dalam menganalisis kegiatan saat ini ataupun masa lalu dan membuat prediksi kejadian di masa depan. Data mart adalah suatu bagian pada information warehouse yang mendukung pembuatan laporan dan analisa knowledge pada suatu unit, bagian atau operasi pada suatu perusahaan.

Pengelola produk perbankan bersaing dalam mendesain produk dan layanan yang dapat menjawab setiap kebutuhan suatu segmen tertentu. Menurut Turban, Sharda, Delen & King (2011, p52), Data Warehouse adalah kumpulan data yang dihasilkan untuk mendukung pengambilan keputusan. Menurut Inmon (2002) yang dikutip oleh Niu (2009), pada umumnya sistem enterprise intelligence terdiri dari empat degree komponen dan modul manajemen metadata. Business Intelligence adalah proses mengekstrak, transformasi, mengelola, dan menganalisis information bisnis untuk mendukung pengambilan keputusan. Sekaligus memberikan rekomendasi pada consumer terhadap tindakan yang sebaiknya diambil.

Business intelligence itu sendiri adalah sebuah istilah manajemen bisnis yang berkenaan dengan aplikasi dan teknologi yang digunakan untuk mengambil, menyediakan dan menganalisa data dan informasi mengenai operasi perusahaan. Pendekatan top-down sangat tepat bagi suatu organisasi yang akan membangun BI dimana pada waktu yang bersamaan organisasi tersebut juga sedang melakukan secara menyeluruh di seluruh aspek organisasi. Ø Merancang suatu aplikasi businnes intelligence yang terintegrasi dan dapat digunakan oleh kalangan eksekutif perusahaan pada setiap cabang.