Business Intelligence Pada Perbankan

Posted on 28/09/201719/12/2017Posted in business service

Jargon Business Intelligence pertama kali dituturkan oleh Howard Dresner dari lembaga riset Gartner Group pada tahun 1989. Hal tersebut menyebabkan perusahaan tidak dapat membeli produk BI seperti barang jadi pada umumnya dan berharap dapat memenuhi setiap solusi dari kebutuhan bisnisnya sehingga BI harus dikembangkan sesuai dengan kebutuhan dan proses bisnis perusahaan. SCM menekankan pada pola terpadu menyangkut proses aliran produk dari supplier, manufaktur, retailer hingga pada konsumen akhir.

Dengan persaingan dan pertumbuhan pasar kredit konsumen, para pemain di industri perbankan saling berlomba untuk mengembangkan strategi yang lebih baik berkat bantuan penerapan mannequin penilaian kredit. Eksekutif dan analis dari Bank Central mengikuti nadi keuangan negara dengan secara dekat memantau parameter kunci pada lingkungan ekonomi dan perbankan. Dengan asumsi desk hierarchy nya adalah dalam bentuk dad or mum-baby relationship, tinggal dilakukan ‘OLAP’ question langsung di table itu untuk membangun hirarkinya dan bisa dijadikan view atau MQT. Teknologi-teknologi tersebut diantaranya adalah Data Warehouse, Data Mart, OLAP, Data Mining, serta Open Data.

Contoh penerapan enterprise intelligence pada industri perbankan adalah buyer relationship management, customer credit score analysis, threat management, credit card evaluation, buyer segmentation, dll (Hair, 2007), (Dan, 2008). Business Intelligence sering bertujuan untuk mendukung bisnis yang lebih baik pengambilan keputusan 2. Jadi, sistem BI dapat disebut sistem pendukung keputusan (DSS).

Data warehouse adalah knowledge-data yang berorientasi subjek, terintegrasi, memiliki dimensi waktu, serta merupakan koleksi tetap (non-unstable), yang digunakan dalam mendukung proses pengambilan keputusan oleh para manajer di setiap jenjang (namun terutama pada jenjang manajerial yang memiliki peringkat tinggi). Jadi dapat dikatakan bahwa teknologi seperti Business Intelligence jika diintegrasikan dengan konsep CRM yang ada dapat melahirkan sebuah strategi bisnis yang jitu bagi perusahaan atau organisasi untuk memenangkan pasar dan mencapai keuntungan yang diinginkan. Data mining adalah proses menerapkan metode ini untuk data dengan maksud untuk mengungkap pola-pola tersembunyi.

Sistem business intelligence mendukung 2 tipe dasar dalam fungsi analitikal: pelaporan dan online analytical processing (OLAP). Data tersebut adalah hasil dari proses transaksi perusahan / organisasi Karena berasal dari sumber yang berbeda beda tadi, maka knowledge pada datawarehouse harus tersimpan dalam sebuah format yang baku. Untuk memastikan non-volatilitas, Data Warehouse adalah knowledge yang hanya bisa dibaca dan tidak bisa ditulis/dimodifikasi (Read Only).