Business Intelligence Pada Perbankan

Posted on 18/06/201919/12/2017Posted in business plan

It happened so quick …. With one foot within the entice, it appeared like he had totally failed in his mission. Penjaja enterprise intelligence biasanya mengembangkan sistem enterprise intelligence berbeda-beda untuk menyesuaikan dengan kebutuhan dari sektor yang berbeda-beda. Data yang diolah tersebut diringkas agar dapat memudahkan pihak perusahaan menyampaikan penjelasan pada pihak nasabah atau pihak buyer yang melakukan transaksi pada perusahaan. Supply Chain Management adalah suatu konsep yang menyangkut pola pendistribusian produk yang mampu menggantikan pola-pola pendistribusian produk secarat radisional.

Business Intelligence (BI) merupakan representasi dari aplikasi dan teknologi untuk mengumpulkan, menyimpan, menganalisa dan menyediakan akses terhadap knowledge untuk membantu person dalam suatu perusahaan untuk mengambil keputusan yang lebih baik (Nirwasita,2012). Business intelligence dapat membantu suatu perusahaan mendapatkan pengetahuan yang jelas mengenai faktor-faktor yang mempengaruhi kinerja perusahaan sehingga dapat membantu perusahaan tersebut dalam pengambilan keputusan serta sekaligus meningkatkan keunggulannya (aggressive benefit).

Fungsionalitas merupakan kunci dari karakteristik sistem BI yang meliputi beragam informasi yang tidak hanya terbatas di bidang keuangan, tetapi juga meliputi kapasitas produksi, kualitas produk, hubungan dengan pelanggan, sudut pandang pasar, serta lainnya yang relevan dengan pemahaman yang lebih mendalam untuk memandu arah pada keuntungan bisnis.

Business Intelligence seperti yang dipahami sekarang dikatakan telah berkembang dari Sistem Pendukung Keputusan (SPK) yang mulai dari tahun 1960-an dan berkembang sepanjang pertengahan 1980-an. Sampai dengan saat ini, untuk menghindari Data Repetition di ROLAP dengan akses information langsung ke DWH, cara yang saya gunakan adalah dengan menggunakan Normalized Table dengan bentuk three-NF.

Terkait dengan hal tersebut, sumber knowledge pada organisasi yang kompleks dan besar biasanya perlu diolah agar dapat digunakan baik oleh sistem tersebut. Berdasarkan hasil studi yang dilakukan oleh Huseyin Ince dan Bora Aktan (2009), peneliti membandingkan kinerja dari mannequin penilaian kredit menggunakan pendekatan tradisional dan artificial intelligence (discriminant analysis, logistic regression, neural networks, classification, and regression tree).