DATA WAREHOUSE (DW) DAN BUSINESS INTELLIGENCE (BI) ~ Evan Susanto

Posted on 27/09/201819/12/2017Posted in small business

Istilah intelijen bisnis (bahasa Inggris: business intelligence, BI) merujuk pada teknologi, aplikasi, serta praktik pengumpulan, integrasi, analisis, serta presentasi informasi bisnis atau kadang merujuk pula pada informasinya itu sendiri. Business Intelligence seperti yang dipahami sekarang dikatakan telah berkembang dari Sistem Pendukung Keputusan (SPK) yang mulai dari tahun 1960-an dan berkembang sepanjang pertengahan 1980-an. Sampai dengan saat ini, untuk menghindari Data Repetition di ROLAP dengan akses data langsung ke DWH, cara yang saya gunakan adalah dengan menggunakan Normalized Table dengan bentuk three-NF.

OLAP (Online Analitycal Processing) adalah teknologi yang memproses knowledge di dalam database dalam struktur multidimensi, menyediakan jawaban yang cepat untuk question dan analisis yang kompleks four. Data yang disajikan biasanya merupakan suatu fungsi agregasi seperti abstract, max, min, common dan lain-lain. Business Intelligence adalah rangkaian aplikasi dan teknologi untuk mengumpulkan, menyimpan, menganalisis, dan menyuguhkan akses information untuk membantu petinggi perusahaan dalam pengambilan keputusan (Stevans, 2008). Data multidimensi adalah information yang dapat dimodelkan sebagai atribut dimensi dan atribut ukuran. Suatu solusi Business Intelligence yang baik memerlukan sumber knowledge yaitu knowledge warehouse.

D. Sedikit masalah teknis Ini karena -pertama- sifatnya yang consumer pleasant meminimasi kemungkinan working error dari person, dan -kedua- BI hanya merupakan software program pada layer teratas (information processing) dan bukan business course of administration. Menurut Connolly & Begg (2010:1197), Data Warehouse adalah suatu kumpulan information yang bersifat topic-oriented, integrated, time variant, dan non-volatile dalam mendukung proses pengambilan sebuah keputusan. This document outlines the strategic vision and highway-map for the event of the enterprise intelligence tool for the interval 2016-2020.

Beberapa kendala lain adalah bahwa dengan MS Excel, information yang tersedia untuk bermain-essential” terbatas kepada information yang telah di-export ke file excel terebut, ketika dibutuhkan kolom lainnya, maka users harus meminta IT Department untuk menambahkan data tersebut. PT Coca Cola Distribution Indonesia dan Ayala Corporation dari Filipina tercatat telah mengadopsi komponen software Enterprise Performance Management (EPM) dan Business Intelligence (BI) dari Oracle. Dengan begitu ketika pelanggan diperlakukan secara baik dan sesuai keinginan mereka, mereka akan bertambah expertise nya terhadap perusahaan dan berusaha untuk kembali lagi pada kita.

Penjaja enterprise intelligence biasanya mengembangkan sistem enterprise intelligence berbeda-beda untuk menyesuaikan dengan kebutuhan dari sektor yang berbeda-beda. Data yang diolah tersebut diringkas agar dapat memudahkan pihak perusahaan menyampaikan penjelasan pada pihak nasabah atau pihak customer yang melakukan transaksi pada perusahaan. Supply Chain Management adalah suatu konsep yang menyangkut pola pendistribusian produk yang mampu menggantikan pola-pola pendistribusian produk secarat radisional.